One Page SEO yang benar

Jadilah manusia yang bermanfaat. Teruslah berbagi, Apa yang kamu beri bagi mereka mungkin sangat berarti.
One Page

kali ini ane bahas bagian selanjutnya yaitu onpage seo... disini ane ga bahas soal optimasi konten seperti berapa jumlah kata, penerapan kw kedalam konten, dll (use your experience) udah banyak juga yg share,. ane akan bahas lebih ke struktur web serta penerapan Silo karena bagian ini sangat jarang dibahas didalam onpage seo...


One Page SEO yang benar

 
1. Struktur Web.

Masalah struktur akan indentik dengan themes atau template bagi yg menggunakan PF Blogspot. banyak themes atau template yang mengklaim seo friendly, tapi SEO yg seperti apa ?? belum jelas tolak ukur seo friendly yg di berikan. dan sepengalaman ane belum ada themes yang benar2 SEO Friendly dan kita wajib mengeditnya lagi.. hehehe

Struktur disini secara umum bisa di katakan tampilan web,, tapi yang akan ane singgung bukan live web page (tampilan live web agan) tapi tampilan yang dilihat google. yes.. google cache text version.. jadi semenarik apapun web agan, cara google melihat tetaplah text version. masih inget kan kalau memasukan gambar harus pake tag ALT ?? inilah jawabnya mengapa harus pake tag ALT.

patokan ane kali ini adalah Wikipedia sebagai tolok ukur struktur web yang baik. seperti yg kita ketahui wikipedia menggunakan model Absolute Css,, tidak memiliki header tapi semua navigasi link diletakan di sidebar sebelah kiri (termasuk logo wikipedia). ane ambil contoh ini :

_https://id.wikipedia.org/wiki/Optimisasi_mesin_pencari

secara cache text version tampilannya akan seperti ini :

Code:
webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:https://id.wikipedia.org/wiki/Optimisasi_mesin_pencari&strip=1
tampilannya sangat rapi dan terstruktur ya.. 
coba agan cek halaman inner page/ postingan agan di google cache (copy code diatas kemudian ganti alamat wikipedia tsb jadi url postingan agan).

disini ane coba menerapkan struktur tersebut :

a. Tag H1 di posisi paling atas.
Bagian pertama yang di load paling atas adalah TAG H1. ini menurut ane penting,, tag h1 memiliki porsi tertinggi dari struktur meta tag bahkan diatas tag Title (coba agan hapus tag title,, maka tag H1 akan menggantikan tag title) 


b. Internal link didalam content.
wikipedia banyak sekali internal link didalam halamannya,, ini membuat struktur relevansi antar konten semakin kuat... mungkin selama ini kita mengadopsinya dengan related post. yang kurang maksimal menurut ane adalah kita meletakan related post di luar code content (.single_post/.single-post-content) atau diluar class untuk content (div class="thecontent" ). karena sebagian besar kita menggunakan plugin untuk membuat related post tersebut. padahal power relevansi tertinggi itu ada di dalam konten bukan diluar konten apalagi di sidebar.  ( ya iyalah.. buat backlink (external link) aja agan mati-matian cari yg contextual link,, masa internal link di letakan di luar.. ironis... LOL )

ini contoh internal link yang terjadi diluar bagian article. dan sebagian besar plugin akan meletakannya diluar content.



untuk itu related post diletakan di dalam article menggunakan gaya wikipedia (table of content). related post base on category, kalau agan menstruktur konten bergasarkan kategori. tapi ane pake page jadi related post berdasarkan parent page nya dan di struktur menggunakan class OL atau UL seperti wikipedia (dicontoh ane pake UL) .. bisa diletakan di awal bisa di akhir atau ditengah2 konten yang penting di dalam konten.


c. Posisi Header di Footer

Cara paling gampang meletakan tag H1 diposisi paling atas adalah tidak meletakan Header di posisi paling atas. hehehe karena tentu yang akan duluan di load adalah logo dan navigasi link didalam google cache text version. 
Meletakan header di footer bukan berarti secara live web page posisinya berada dibawah,, karena akan sangat2 ane melihat logo dan navigasi berada dibawah. 

untuk itu header diletakan di footer. bukan header.php ya om.. hehehe kode header untuk memanggil logo dan navigasi menu aja yang diletakan di footer.



disinilah peran css. header yang berada di bawah kita buat terfloating diposisi paling atas dan fixed mengikuti cursor.


secara live web akan terlihat seperti ini :



namun secara text version akan terlihat seperti ini :






tampilan Google cache text version seperti ini :

Code:
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://myprogramme.net/&strip=1
tips : untuk melihat tampilan yang menyerupai google cache,, coba install add ons firefox atau chrome web developer toolbar :
Code:
Firefox : https://addons.mozilla.org/en-us/firefox/addon/web-developer/

Chrome : https://chrome.google.com/webstore/detail/web-developer/bfbameneiokkgbdmiekhjnmfkcnldhhm
disable all javascript, disable all image, kemudian tekan shift + Alt + a, untuk melihat tampilah secara text version.


2. Silo

Silo pada dasarnya adalah struktur sebuah konten. dengan silo akan memperkuat relevansi content kita. sadar tidak sadar sebenarnya kita telah melakukan silo, contohnya pada navigasi menu kita meletakan kategori dan saat kita klik akan muncul list konten2 yang ada di dalam kategori tersebut. ini bisa dikatakan silo karena setiap konten kita di struktur berdasarkan main page/category.

namun kembali lagi seperti yang ane katakan diatas,, relevansi terbesar terjadi di content.. untuk itu silo pun ane setting di content selain yang berada di navigasi menu. contohnya seperti ini :



itu adalah silo yang terdapat didalam content, silo berdasarkan related post ini bisa dibuat secara manual didalam masing2 konten atau bisa di set otomatis menggunakan shortcode wp. gunakan css untuk membuatnya lebih menarik.

Tips :
untuk website yang general akan kesulitan melakukan silo, karena sangat dengan mudah di break struktur nya dengan kategori lain yang tidak relevant. caranya, untuk navigasi menu yang memiliki category yang tidak relevant (misal : news, kesehatan, politik, ekonomi, dll) navigasi menu bisa di buat iframe,, dan silo dilakukan didalam content.. cara ini efektif karena iframe tidak akan muncul di google cache sehingga faktor relevan sebuah halaman tidak break (pecah ke konten yang tidak relevan dengan halaman tersebut).

jangan gunakan recent post dan popular post di sidebar karena ini juga akan membreak silo ke konten yg tidak relevan. solusinya gunakan plugin recent post yang menggunakan javascript. salah satu plugin popular post dan recent post yang menggunakan javascript adalah "WP Tab Widget" miliknya mythemeshop.

Advertiser

Artikel terkait : One Page SEO yang benar
Share this with short URL:
 
Tools Perampok