Udah Lama Ngeblog/Bisnis Online kok belum menghasilkan ?

Jadilah manusia yang bermanfaat. Teruslah berbagi, Apa yang kamu beri bagi mereka mungkin sangat berarti.
Nah..Kalau kamu ngerasain udah lama ngeblog atau bisnis online, namun kok serasa gini-gini aja alias nggak kelihatan hasilnya, mungkin penyakit ini tengah menghinggapimu.
Udah Lama Ngeblog/Bisnis Online kok belum menghasilkan ?


Ini Dia 9 Penyakit Yang Membuat BLOGGER/IMERS Tak Kunjung Sukses:


1. Lebih sering cek trafik daripada menambah artikel atau memperbaiki konten

Salah satu kegiatan yang tak terasa telah menyita waktumu adalah membuka dashboard Google Analytics atau Histats atau traffic tracking tools lainnya. Kok sepi ya? Ya wajarlah, website belum ada sebulan kok mau dapat banyak trafik dari search engine. Nggak relevan! Kecuali trafik instan dari social media atau hasil nyepam atau main AGC. SEO natural itu butuh waktu tapi hasilnya lebih long-term. Nah, kalau teman yang “makan mie instan”, senang kegirangan. Ih asyik sekali belum seminggu udah banyak users online. Hmm..puas deh melihat grafik kenaikan jumlah visitors dari hari ke hari. Namun tak jarang, kemudian ada yang menjadi letih, lemas, lesu, dan tak bersemangat saat melihat visitors meluncur seperti water slide. Cloroooot........cebur! Atau bahkan kemudian udah nggak berani naik. Kena penalty atau malah deindex. Uh..Parah! Jadi daripada terlalu sering cek trafik, lebih baik gunakan waktumu untuk menambah artikel atau memperbaiki konten. Cek trafik sehari sekali sudah cukup dan tak akan banyak mengganggu konsentrasimu dalam membangun website untuk jangka panjang. Siap?

2. Lebih sering cek earning daripada memperbaiki penempatan iklan atau landing page

Refresh dashboard Adsense dan melihat earning bertambah dalam 15 menit itu sangat menyenangkan. Reload dashboard Clickbank/JVZoo atau program affiliate lainnya dan dapat sebuah sales itu melepaskan hormon bahagia. Namun tak sedikit blogger yang kemudian lupa memperbaiki penempatan iklannya. Affiliate marketer yang cuek dengan tampilan landing page atau letak call to action-nya. Daripada hobi cek earning, lebih baik memperbaiki penempatan iklan, landing page, call to action, split test dan sebagainya. Dengan demikian, model terbaik dan terefektif dalam menjaring penghasilan bisa segera kamu temukan. Hayo, siapa yang hobi refresh dashboard Adsense/Affiliate setiap jam atau bahkan menit hehe...? Saya Pak Guru (ngacung) Wekeke...!

3. Lebih banyak scroll timeline Facebook daripada membaca artikel penting tentang SEO

Hayo..niatnya tadi buka laptop mau ngapain? Nambah artikel atau create ad atau desain banner atau perbaiki performa website? Lho kok malah buka Facebook terus scroll timeline ke bawah. Ada yang share berita politik, ada yang lagi ribut, ada artis baru yang cantik nan lucu, dsb. Akhirnya klik link beritanya dibawa ke tab baru, baca beritanya. Begitu terus dan akhirnya udah berjam-jam, namun sama sekali tak memberikan produktivitas buat bisnismu. Hmm..ya kan? Hehe..

4. Suka sekali membaca tulisan tentang SEO dan internet marketing, namun tak segera mengimplementasikan

Hobi emang baca status mastah SEO dan suhu internet marketing. Keluyuran ke forum Blogger/IM dan baca-baca thread yang rame. Tapi ujung-ujung cuma komen, “Pertamax”, “Bookmark”, “Klimak..wekeke..” Dsb. Habis itu ya udah nggak pernah praktek. Padahal itu si mastah/suhu udah nulis capek2 dan benar2 asli hasil praktek lho. Tinggal contek dan tekun dikit. Jadi deh. Tapi ya gitu...males :p

5. Ingin menguasai semua ilmu bisnis online alias tidak fokus

Seperti pernah saya tulis pada status saya dulu, “Pagi-pagi kamu baca status Mastah Sontoloyo yang pamer skrinsut earning Google Adsense tembus $100 per hari. Kamu yang lagi asyik kasih makan ayam, langsung buka laptop beli domain, bikin blog lagi. Siang hari baca status Mastah Semelekete yang kayaknya mudah banget main CPA baru seminggu udah profit $5,000. Kamu buru-buru cari tahu tentang CPA. Sorean dikit, Mastah Cokomorot cerita dapat Omzet 200 juta sebulan jualan bakpao di Facebook. Kamu ikut-ikutan jualin rumput tetangga. Belajar FB Ads. Malamnya, Mastah Weleh-weleh sharing dapat $7,000 dua hari launching product di JVZoo. Kamu gagap mau jadi product creator juga!” Tentukan fokusmu. Orang-orang sukses di bidang mereka masing-masing biasanya adalah orang yang berspesialisasi dan bukan yang melakukan generalisasi. Buktikan sendiri di sekitarmu.

6. Terlalu perfeksionis dan ingin mengerjakan semuanya seorang diri

Kerja online tuh katanya enak banget, tapi kok ternyata banyak orang hari-harinya hanya habis di depan laptop ya? Benar nggak? Padahal semua bidang udah ada yang jual jasanya. Dari awal mau bikin website. Udah ada jasa buat website. Mau nulis artikel nggak bisa udah ada content writer. Mau optimasi SEO, udah ada jasa SEO. Apa aja ada, udah tinggal delegasikan dan tinggal jalan-jalan. “Tapi kan ntar takutnya nggak sesuai mauku.” “Nggak yakin aja, udah bayar entar dikerjain asal-asalan.” Pokoknya ingin perfeksionis, hingga semua hal teknis mau dikerjakan sendiri. Waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk memikirkan hal-hal strategis dan bisa melejitkan bisnismu, habis buat ngerjain hal-hal teknis.

7. Enggan keluar modal untuk sesuatu hal yang bisa mempercepat kesuksesan

Dulu saya lebih suka pakai yang gratisan. Misalnya ngeblog pakai blogspot (nggak mau beli domain dan hosting). Menghasilkan? Ya menghasilkan, tapi ya nggak jadi aset. Blog yang menghasilkan juga tidak bisa dijual, karena blogspot pada dasarnya milik Google. Kalau Google mau menghapus blognya, ya habis deh. Pakai sesuatu yang gratis sama sekali tak salah, namun kalau ada ilmu atau tool yang bisa mempercepat kesuksesanmu hingga berkali-kali lipat lebih cepat, ya dimanfaatkan.

8. Kurang memiliki social responsibility

Kalau dapat rezeki, jarang mau menyisihkan untuk keperluan sosial. Selalu beralasan “Ini masih banyak butuhan yang belum terpenuhi, ntar dulu aja deh sedekahya.” Hmm...kalau gitu entar dulu aja deh rezekinya. Sedekah nggak usah banyak-banyak. 30 - 50% dari penghasilan udah cukup wekeke…”Gede banget mas? Berat mas kalau segitu!” Ya jangan salahkan kalau si rezeki juga keberatan menghampirimu hehe...

9. Tidak membangun networking

Nah ini kelemahan saya. Saya jarang banget ikut kopdar atau kumpul-kumpul sesama Blogger/IM. Pingin sekali menghadiri acara2 spt gathering, bootcamp, workshop dsb. Namun masih sering terbentur dg tugas atau kegiatan lain. Silaturahmi jelas menambah ilmu, meningkatkan skill, menguatkan mental dan pastinya mendongkrak rezeki. Meskipun belum bisa ketemu langsung orang-orang yang memiliki passion yg sama, tapi setidaknya kita tetap mencoba membangun hubungan baik walau baru secara online.
Salam Action dan Fokus!

Advertiser

Artikel terkait : Udah Lama Ngeblog/Bisnis Online kok belum menghasilkan ?
Share this with short URL:
 
Tools Perampok